Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

August 16, 2013

Tips Menonton Sehat Untuk Anak Kecil

Kembali lagi artikel ampuh update dengan artikel kesehatannya, apakah anda sebagai orang tua sudah mengawasi tontonan anak anda ?

Anda sebagai orang tua berhak mengawasi tontonan yang layak untuk ditonton oleh anak namum bukan berarti anda tidak bisa menikmati tontonan tersebut bersama si buah hati.

Setiap keluarga pastinya sudah sangat akrab dengan berbagai tontonan yang ditayangkan melalui televisi. Akan tetapi,tidak semua tayangan televisi baik untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga terutama untuk balita dan anak-anak. Karena lebih dari 70 persen isi siaran ditelevisi di dominasi hiburan yang kurang mendidik bagi anak. Bahkan perilaku negatif anak-anak indonesia banyak diadopsi siaran televisi.

Meskipun televisi saat ini diwajibkan memberikan tanda penggolongan usia pada setiap tanyangan,orangtua masih perlu mengontrol pemberian tayangan tersebut terhadap balita khususnya.

Siaran yang sehat banyak mengandung unsur pendidkan,hiburan dan kotrol sosial

Berikut Tips Menonton Sehat Untuk Anak Kecil Yaitu :


1.Bijak Memilih Program
Sebaiknya anda bisa lebih bijak memilih program yang sesuai untuk anak adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa orangtua tidak salah memberikan tontonan terhadap untuk si kecil.Program yang dipilih harus sesuai dengan usia anak Anda karena hal ini juga berkaitan dengan tumbuh kembang anak anda.

2.Sesuai Usia
Batasan perlu ditetapkan dalam proses pemberian tontonan terhadap balita terutama karena balita yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi akan kehilangan proses tumbuh kembang lain yang penting seperti tidur dan bermain yang pastinya merupakan bagian penting bagi perkembangan setiap balita.

3.Tanggung Jawab Bersama
Banyak orangtua yang membuat anak mereka menonton televisi hanya agar orangtua dapat beristirahat atau melakukan kegiatan lain. Namun, hal tidak bijak dilakukan karena orangtua sebaiknya menemani anak untuk menonton tayangan tersebut sehingga kedekatan dengan anak bisa terbangun dan anak juga bisa berbagi emosi dengan anda.

4.Riset Sebelum Menonton
Membatasi jenis tayangan yang akan ditonton untuk si kecil bukan berarti anda melarang anak untuk menonton film kesukaannya. Hal ini perlu supaya si kecil tahu tanyangan yang ditonton baik atau tidak, karena sebagian besar tayangan di film sangat berpengaruh terhadap sikap anak.

5.Untuk Merangsang Kemampuan Daya Ingat Anak
Anda juga bisa merangsang kemampuan mengingat anak dengan melatihnya setelah melihat tontonan yang diberikan kepada anak misalanya dengan menanyakan suara hewa yang muncul atau lagu yang disukai oleh anak anda. Anda sebagai orangtua berhak mengawasi tontonan yang layak untuk ditonton oleh anak, namun bukan berarti anda tidak bisa menikmati tontonan tersebut bersama-sama. Jika diatur dengan baik,momen kebersamaan antara anda dengan anak akan semakin erat.
Baca selengkapnya

Mengenal Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Makanan cepat saji juga dikenal sebagai fast food. Makanan cepat saji adalah makanan yang disajikan dalam waktu relatif cepat,misalnya ayam goreng,kentang goreng,dan mie instant.


Perkembangan Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji mulai dikenal sejak abad 19.seiring dengan dimulainya era industri di Amerika Serikat. Saat itu,masyarakat harus beradaptasi dengan dunia kerja industri yang serba cepat. Mereka harus bekerja sekitar 10 jam sehari dengan waktu istirahat yang pendek. Dengan demikian,masyarakat harus dapat memanfaatkan waktu makannya sebaik mungkin.

Pada saat itu,makanan cepat saji masiih berupa snack yang dijual di kios kios. Makanan ini baru berkembang setelah memasuki abad ke 20. Hal ini ditandai dengan munculnya restorant - restorant makanan cepat saji. Baru pada sekitar tahun 1950 an , mulai berkembanglah era waralaba.

Makanan cepat saji memiliki banyak peminat di kalangan masyarakat karena makanan ini dianggap cocok dengan zaman modern yang serba cepat. Sesuai dengan namanya,cara penyajian makanan cepat sajisangat cepat,dengan demikian orang bisa menyantapnya sambil berdiri atau berjalan.

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji

Selama bertahun tahun masyarakat mengkonsumsi jenis makanan ini. Hingga pada suatu waktu,para ilmuwan menemukan bukti bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji ternyata memiliki beberapa dampak negatif. Dampak negatif apa yang dimaksud ?

Ternyata ,selain kelebihan berat badan (obesitas) ,makanan cepat saji juga dapat mengkibatkan penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi. Tidak hanya itu,penelitian membuktikan bahwa terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji juga dapat mengkibatkan kanker usus.

Kenapa Makanan Cepat Saji Bisa Berbahaya ?

Umumnya,makanan cepat saji mengandung banyak lemak,misalnya hamburger,ayam goreng,dan kentang goreng. Makanan yang mengandung banyak lemak ini dapat memicu pertumbuhan kanker di dalam dinding usus.

Bagi anda yang menyukai makanan cepat saji,sering seringlah mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat. Makanan kaya serat ini terbukti dapat mengurangi resiko kanker usus. 

Jika anda sering mengkonsumsi makan berserat maka jadwal buang air besar anda akan menjadi teratur. Buang air besar yang teratur dapat mempendek lamanya tinja berada di usus. Dengan demikian, penyerapan zat-zat berbahaya di dalam dinding usus menjadi semakin sedikit. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadi kanker usus di kemudian hari.

Akan tetapi,akan lebih baik jika anda tidak terlalu sering mengkonsumsi makan cepat saji.Tubuh anda akan lebih sehat jika kamu senantiasa menerapkan pola makan yang sehat.

Demikian AK8Cyber mengenai Mengenal Makanan Cepat Saji (Fast Food) yang dapat membantu ada mengetahui masalah makanan cepat saji,bahayanya dan dampaknya bagi kesehatan tubuh,
Baca selengkapnya

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

Salam hangat untuk para pembaca setia dari Artikel Ampuh setelah kemarin kami menulis artikel kesehatan mengenai buah sehat ,kali ini kita akan banyak membahas mengenai kutu rambut.Seperti yang para pembaca ketahui,permasalahan kesehatan berupa banyaknya kutu rambut yang bergentayangann untuk membuat kepala kita gatal,merupakan masalah yang besar dan tidak dapat di diamkan.

Maka dari itu admin AK8Cyber berkesempatan untuk berbagi tips mengenai cara menghilangkan kutu rambut,agar kita terhindar dari gatal yang sangat menyiksa yang berakibat pada turunnya rasa percaya diri kita.

Adapun Bahan Bahan yang bisa digunakan Untuk Membasmi kutu Rambut adalah :


Bawang Merah

Bawang merah merupakan tumbuhan yang digunakan untuk bumbu dapur kita sehari hari ternyata mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah menghilangkan kutu rambut.

Cara menggunakan bawang merah sebagai pembasmi kutu yaitu:
1.Siapkan 5 - 6 Siung
2.Haluskan Siungan Bawang Tersebut sampai sangat halus
3.Oleskan Pada pangkal hingga ujung rambut
4.Pijat Kulit kepala sampai meresap
5.Tunggu Beberapa saat,dan semoga kutunya bisa menghilang

Minyak Kelapa


Minyak kelapa selain bisa digunakan untuk menggoreng dan jadi pelicin,minyak kelapa juga memiliki fungsi untuk menghilangkan kutu pada rambut

Cara menggunakan Minyak kelapa sebagai pembasmi kutu yaitu :

1.Siapkan minyak kelapa secukupnya
2.Oleskan ke pangkal rambut secara merata
3.Kemudian tutup rambut menggunakan plastic tutup kepala atau handuk kering.
4.Diamkan sekitar 5 sampai 6 jam
5.Bilas rambut dengan shampo
6.Setelah itu sisir dan lihatlah kutu rambut anda berguguran

Cuka Putih

Kandungan zat yang ada pada cuka putih berfungsi untuk menghindarkan rambut dari penetasan telur kutu baru, maka dari itu cuka putih baik untuk membersihkan kulit kepala anda.

Kacang Almond
Cara Menggunakan Kacang Almond Untuk membasmi kutu yaitu :

1.Siapkan 9 - 10 butir kacang almond
2.Rendam beberapa menit kemudian haluskan kacang almond
3.Tambahkan 4 sendok makan lemok
4.Aduk hingga kedua bahan menyatu seperti pasta
5.lalu oleskan ke pangkal rambut
6.Dan Diamkan sekitar 1 - 2 jam dan keramaslah menggunakan Shampo

Sisir Serit Atau Sisir Kutu



Dengan sisir kutu anda bisa menjerat kutu dari rambut secara mudah, karena yang harus anda lakukan hanyalah tinggal menyisirkan sisir kutu kerambut anda saja, sisir ini lebih sempit dan  berbeda dengan sisir biasanya tetapi sisir ini memang tidak bisa menghilangkan kutu secara maksimal tapi bisa dijadikan alternative untuk mengurangi kutu rambut anda.

Jeruk nipis dan Minyak Kayu Putih

Cara menggunakan Jeruk nipis dan Minyak Kayu Putih untuk membasmi kutu:

1.Siapkan jeruk nipis dan minyak kayu putih
2.Campurkan kedua bahan tersebut masing masing satu sendok makan
3.Aduk hingga merata kedua bahan tersebut
4.Gunakan campuran tersebut untuk memijat kepala anda
5.Kemudian tutup kepala anda dengan plastic sekitar 1 jam
6.Bersihkan rambut menggunakan shampo
7.Sisir rambut untuk menghilangkan telur ,lakukan proses ini 2-3 kali sampai semua kutu menghilang.

Demikian Artikel Ampuh Mengenai Cara Menghilangkan Kutu Rambut yang Kami harap bisa membantu teman teman yang mempunya masalah seperti yang kita bahas di artikel ini.
Baca selengkapnya

10 Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan

 Buah naga adalah buah yang mengandung banyak manfaat dan kandungan yang berguna untuk kesehatan tubuh kita,yang bisa di dapatkan dengan mudah dan bisa dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh kita. Tapi apakah kita mengetahui manfaat apa saja yang dimiliki buah naga ?



Dibawah ini Merupakan 10 Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan :


1. Menghambat Terjadinya Penuaan Dini
Kandungan Antioksidan yang ada dalam buah naga dapat menghambat proses penuaan dini yang akan dialami oleh manusia yang tiap harinya terkena polusi udara. Kandungan yang ada didalam buah naga dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh kita secara maksimal, sama halnya dengan khasiat buah apel.

2. Mencegah Penyakit Kanker
Antioksidan juga berguna untuk terbukti sangat ampuh untuk mencegah penumbuh sel penyakit kanker pada tubuh manusia. Buah ini memiliki rasa hambar tapi sedikit manis dan berbiji kecil yang dikonsumsi oleh semua orang dari berbagai usia. Tetapi, ada beberapa orang yang tidak menyukai buah yang satu ini.

3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Vitamin C yang ada pada buah naga sangat tinggi. Oleh Karena itu mengapa buah naga baik dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Jika Anda terkena flu pada saat perubahan musim yang tidak menentu terjadi, sebaiknya makanlah buah naga setiap hari dan secara teratur .

4. Dapat Meningkatkan Nafsu Makan
Jika Anda nafsu makan anda turun, ada baiknya anda mengkonsumsi buah naga. Disamping kandungan Vitamin C nya yang tinggi ,di dalam buah naga juga mengandung Vitamin B1 dan B2 yang sudah lama digunakan dalam dunia pengobatan untuk menambah nafsu makan anda, terutama dalam masa penyembuhan penyakit

5. Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol
Selain Mengandung Vitamin B1 Dan B2, buah naga juga mengandung Vitamin B3 yang berfungsi menurunkan kolesterol yang ada didalam darah secara maksimal. Dan gangguan peredaran dan gangguan jantung akan jarang menghampiri kita jika kadar kolesterol kita rendah.

6. Dapat Memperkuat Gigi dan Tulang
Kandungan satu buah naga terdapat kalsium dan fosfor yang sangat banyak. maka dari itu jika anda mengonsumsi buah naga dengan teratur maka keadaan gigi dan tulang anda akan lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah mengkonsumsi buah naga. Khusus untuk Anda yang sudah menginjak usia senja ada baiknya jika anda mengkonsumsi buah naga untuk mencegah terjadinya kosteoporosis.

7. Mencegah Penyakit Diabetes Melitus
Pada Saat ini penyakit ini adalah momok menakutkan bagi orang yang setiap selalu menkonsumsi junk food. Apalagi anda menjalani kehidupan dengan pola yang tidak sehat, kemungkinan besar di masa tua anda akan menderita penyakit degeneratif yang jumlahnya semakin bertambah dan mengalahkan jumlah penyakit infeksi. Anda harus sadar akan hal itu dan harus takut terserang Diabetes Melitus, sebaiknya anda mulai mengkonsumsi buah Naga karena buah naga mengandung zat  yang berfungsi untuk mengurangi kadar gula dalam darah.

8. Dapat Merawat Kesehatan Mata
Bukan Cuma Vitamin A yang dibutuhkan mata untuk tetap sehat, zat karoten juga dibutuhkan untuk kesehatan mata yang anda. Karena di dalam buah naga mengandung karoten yang baik untuk kesehatan mata.

9. Merawat & Menyehatkan Jantung 
Disamping olahraga yang teratur, mengkonsumsi makanan sehat sangat dibutuhkan guna menjaga kesehatan jantung anda. Jika Anda merasa bingung menentukan buah yang cocok untuk jantung, sebaiknya anda memilih buah naga menjadi menu makanan sehat Anda mulai dari sekarang. Vitamin C, B1, B2, dan B3 yang ada didalam buah ini sangat berguna untuk kesehatan jantung.

10. Dapat Merawat Kesehatan Kulit
Jika anda mengalami masalah pada kulit muka anda khususnya terkena jerawat, anda tidak perlu khawati karena pada buah naga mengandung kandungan Vitamin C yang bisa diandalkan untuk menghilangkan jerawat . Caranya juga cukup mudah yaitu, ambil 1 buah naga kemudian kupas kulitnya, masukkan dalam blender untuk di haluskan, Kemudian masukkan buah naga yang telah di blender kedalam gelas, ambil airnya menggunakan sendok lalu usapkan pada wajah anda. Sisanya minum saja. konsumsi secara teratur sampai masalah jerawatnnya menghilang . Buah naga juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat yang mengganggu diwajah anda.

Demikian postingan Artikel Ampuh mengenai 10 Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan ,semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda. nantikan artikel ampuh lainnya.
Baca selengkapnya

April 27, 2013

Tips Menjaga Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan


1. Makanlah “Karbohidrat Kompleks” Saat Sahur
Mengingat berjam-jam berpuasa, kita harus mengkonsumsi apa yang disebut dengan 'karbohidrat kompleks ' atau makanan yang lambat dicerna oleh tubuh, sehingga bisa mengurangi lapar pada siang hari. Seperti yang ditemukan dalam beras, gandum, kacang-kacangan.

Makanan-makan yang diperlukan selama bulan berpuasa diantaranya Roti, sereal, susu, ikan, daging, unggas, sayur dan buah. Bahkan asupan buah-buahan setelah makan sangat dianjurkan.

2. Makanlah Glukosa Saat Buka
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian.

Kurma adalah makanan yang paling direkomendasikan. Selain mengandung gula, kurma juga mengandung serat, karbohidrat dan magnesium. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW kurma banyak dikonsumsi saat berbuka puasa dan telah menjadi Sunnah Rasul.

3. Hindari Fast Food
Kurangi Makanan Cepat Saji dan gorengan. karena jenis makanan tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nyeri di ulu hati, dan masalah berat badan.

4. Konsumsi Cukup Air 
Konsumsi air dan jus antara berbuka dan tidur untuk menghindari dehidrasi dan untuk detoksifikasi sistem pencernaan saat berpuasa. Hindari asupan kafein dalam jumlah besar terutama saat sahur.

5. Tetap Olahraga
Melakukan olahraga ringan seperti peregangan atau berjalan kaki saat berpuasa sangat disarankan. Selain membantu menjaga berat badan, olahraga juga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah dan menjaga kebugaran tubuh anda.
Baca selengkapnya
Mengenal Cedera dan Cara Mengatasinya

Mengenal Cedera dan Cara Mengatasinya

Cedera sering dialami oleh seorang atlet, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulangatlit olahraga, tidak terkecuali dengan sindrom ini. Sindrom ini bermula dari adanya suatu kekuatan abnormal dalam level yang rendah atau ringan, namun berlangsung secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Jenis cedera ini terkadang memberikan respon yang baik bagi pengobatan sendiri. Tak ada yang menyangkal jika olahraga baik untuk kebugaran tubuh dan melindungi kita dari berbagai penyakit. Namun, berolahraga secara berlebihan dan mengabaikan aturan berolahraga yang benar, malah mendatangkan cedera yang membahayakan dirinya sendiri. Aktivitas yang salah ini karena pemanasan tidak memenuhi syarat, kelelahan berlebihan terutama pada otot, dan salah dalam melakukan gerakan olahraga. Kasus cedera yang paling banyak terjadi, biasanya dilakukan para pemula yang biasanya terlalu berambisi menyelesaikan target latihan atau ingin meningkatkan tahap latihan.

Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter).

Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya olahraga prestasi atau kompetisi, tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara umum. Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi, tetapi juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. Oleh karena itu kegiatan olahraga sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut, korban cedera olahraga juga ikut bertambah. Sangat disayangkan jika hanya karena cedera olahraga tersebut para pelaku olahraga sulit meningkatkan atau mempertahankan prestasi.

Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik, baik dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktivitas olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya. Oleh sebab itu dalam penaganan cedera olahraga harus dilakukan secara tim yang multidisipliner.

Cedera olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar :
a. Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet, lepuh, memar, leban otot, luka, “stram” otot, “sprain” sendi, dislokasi sendi, patah tulang, trauma kepala-leher-tulang belakang, trauma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada perut, cedera anggota gerak atas dan bawah.

b. Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes), yang lebih spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya, seperti : tenis elbow, golfer’s elbow swimer’s shoulder, jumper’s knee, stress fracture pada tungkai dan kaki.

Macam Cedera Olahraga

Didalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi pemulihan seorang atlit untuk kembali melaksanakan kegiatan dan kalau perlu ke prestasi puncak sebelum cedera. Kita ketahui penyembuhan penyakit atau cedera memerlukan waktu penyembuhan yang secara alamiah tidak akan sama untuk semua alat (organ) atau sistem jaringan ditubuh, selain itu penyembuhan juga tergantung dari derajat kerusakan yang diderita, cepat lambat serta ketepatan penanggulangan secara dini.

Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam kedokteran olahraga perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan luka serta cara memberikan terapi agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, sehingga penyembuhan serta pemulihan fungsi, alat dan sistem anggota yang cedera dapat dicapai dalam waktu singkat untuk mencapai prestasi kembali, maka latihan untuk pemulihan dan peningkatan prestasi sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi jaringan yang cedera agar tidak terjadi penecilan otot (atropi).
Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat diperlukan adanya pengetahuan tentang macam-macam cedera.

Klasifikasi Cedera Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :
a. Cedera tingkat 1 (cedera ringan)
Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan.

b. Cedera tingkat 2 (cedera sedang)
Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot, straing otot, tendon-tendon, robeknya ligament (sprain grade II).

c. Cedera tingkat 3 (cedera berat)
Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang.

d. Strain dan Sprain
Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga.
1. Strain
Straing adalah menyangkut cedera otot atau tendon. Straing dapat dibagi atas 3 tingkat, yaitu :
a) Tingkat 1 (ringan)
Straing tingkat ini tidak ada robekan hanya terdapat kondisi inflamasi ringan, meskipun tidak ada penurunan kekuatan otot, tetapi pada kondisi tertentu cukup mengganggu atlit. Misalnya straing dari otot hamstring (otot paha belakang) akan mempengaruhi atlit pelari jarak pendek (sprinter), atau pada baseball pitcher yang cukup terganggu dengan strain otot-otot lengan atas meskipun hanya ringan, tetapi dapat menurunkan endurance (daya tahannya).

b) Tingkat 2 (sedang)
Strain pada tingkat 2 ini sudah terdapat kerusakan pada otot atau tendon, sehingga dapat mengurangi kekuatan atlit.

c) Tingkat 3 (berat)
Straing pada tingkat 3 ini sudah terjadi rupture yang lebih hebat sampai komplit, pada tingkat 3 diperlukan tindakan bedah (repair) sampai fisioterapi dan rehabilitasi.

2. Sprain
Sprain adalah cedera yang menyangkut cedera ligament. Sprain dapat dibagi 4 tingkat, yaitu :
a) Tingkat 1 (ringan)
Cedera tingkat 1 ini hanya terjadi robekan pada serat ligament yang terdapat hematom kecil di dalam ligamen dan tidak ada gangguan fungsi.

b) Tingkat 2 (sedang)
Cedera sprain tingkat 2 ini terjadi robekan yang lebih luas, tetapi 50% masih baik. Hal ini sudah terjadi gangguan fungsi, tindakan proteksi harus dilakukan untuk memungkinkan terjadinya kesembuhan. Imobilisasi diperlukan 6-10 minggu untuk benar-benar aman dan mungkin diperlukan waktu 4 bulan. Seringkali terjadi pada atlit memaksakan diri sebelum selesainya waktu pemulihan belum berakhir dan akibatnya akan timbul cedera baru lagi.

c) Tingkat 3 (berat)
Cedera sprain tingkat 3 ini terjadinya robekan total atau lepasnya ligament dari tempat lekatnya dan fungsinya terganggu secara total. Maka sangat penting untuk segera menempatkan kedua ujung robekan secara berdekatan.

d) Tingkat 4 (Sprain fraktur)
Cedera sprain tingkat 4 ini terjadi akibat ligamennya robek dimana tempat lekatnya pada tulang dengan diikuti lepasnya sebagian tulang tersebut.

Penyebab dan Pencegahan pada cedera olahraga
Cedera olahraga perlu diperhatikan terutama bagi para pelatih, guru pendidikan jasmani, maupun pemerhati olahraga khususnya yang mempunyai atlit cedera olahraga. Sekarang hendaknya kita satukan bahasa dahulu bahwa yang paling sental dalam pengelolaan cedera bukanlah tenaga medis tetapipelatih olahraga, yaitu orang yang paling dekat dengan atlit. Sebaik apapun tim medis disiapkan akan kalah dibandingkan dengan kita menyiapkan para pelatih olahraga yang tahu tentang olahraga.

Pulih tidaknya cedera sebagian besar tergantung tindakan pertama pada saat cedera. Cedera ringan tidak kalah berbahayanya dari cedera berat terhadap masa depan atlit. Dalam rangka persiapan menghadapi suatu event. Mengistirahatkan atlit boleh dikatakan mustahil karena waktu yang tersedia selalu terbatas. Disinilah muncul seni yang tinggi tentang pengelolaan atlit yang cedera.

Pelatih harus menyadari bahwa tiap olahraga mempunyai kecenderungan cedera yang berbeda. Sebagai pelatih, guru pendidikan jasmani haruslah mengetahui cara pencegahan ataupun pertolongan pertama secara benar. Banyak sekali penyebab-penyebab cedera olahraga yang perlu diperhatikan, sehingga para atlit dapat menepis atau menghindari kecenderungan untuk cedera olahraga.


Penyebab Cedera Olahraga
Beberapa faktor penting yang ada perlu diperhatikan sebagai penyebab cedara olahraga.
1. Faktor olahragawan/olahragawati
a. Umur
Faktor umur sangat menentukan karena mempengaruhi kekuatan serta kekenyalan jaringan. Misalnya pada umur 30-40 tahun raluman kekuatan otot akan relative menurun. Elastisitas tendon dan ligament menurun pada usia 30 tahun. Kegiatan-kegiatan fisik mencapai puncaknya pada usia 20-40 tahun.

b. Faktor pribadi
Kematangan (motoritas) seorang olahraga akan lebih mudah dan lebih sering mengalami cedera dibandingkan dengan olahragawan yang sudah berpengalaman.

c. Pengalaman
Bagi atlit yang baru terjun akan lebih mudah terkena cedera dibandingkan dengan olahragawan atau atlit yang sudah berpengalaman.

d. Tingkat latihan
Betapa penting peran latihan yaitu pemberian awal dasar latihan fisik untuk menghindari terjadinya cedera, namun sebaliknya latihan yang terlalu berlebihan bias mengakibatkan cedera karena “over use”.

e. Teknik
Perlu diciptakan teknik yang benar untuk menghindari cedera. Dalam melakukan teknik yang salah maka akan menyebabkan cedera.

f. Kemampuan awal (warming up)
Kecenderungan tinggi apabila tidak dilakukan dengan pemanasan, sehingga terhindar dari cedera yang tidak di inginkan. Misalnya : terjadi sprain, strain ataupun rupture tendon dan lain-lain.

g. Recovery period
Memberi waktu istirahat pada organ-organ tubuh termasuk sistem musculoskeletal setelah dipergunakan untuk bermain perlu untuk recovery (pulih awal) dimana kondisi organ-organ itu menjadi prima lagi, dengan demikaian kemungkinan terjadinya cedera bisa dihindari.

h. Kondisi tubuh yang “fit”
Kondisi yang kurang sehat sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahrag, karena kondisi semua jaringan dipengaruhi sehingga mempercepat atau mempermudah terjadinya cedera.

i. Keseimbangan Nutrisi
Keseimbangan nutrisi baik berupa kalori, cairan, vitamin yang cukup untuk kebutuhan tubuh yang sehat.

j. Hal-hal yang umum
Tidur untuk istirahat yang cukup, hindari minuman beralkohol, rokok dan yang lain.

2. Peralatan dan Fasilitas
Peralatan : bila kurang atau tidak memadai, design yang jelek dan kurang baik akan mudah terjadinya cedera.

Fasilitas : kemungkinan alat-alat proteksi badan, jenis olahraga yang bersifat body contack, serta jenis olahraga yang khusus.

3. Faktor karakter dari pada olahraga tersebut
Masing-masing cabang olahrag mempunyai tujuan tertentu. Missal olahraga yang kompetitif biasanya mengundang cedera olahraga dan sebagainya, ini semua harus diketahui sebelumnya.

Pencegahan Cedera
Mencegah lebih baik daripada mengobati, hal ini tetap merupakan kaidah yang harus dipegang teguh. Banyak cara pencegahan tampaknya biasa-biasa saja, tetapi masing-masing tetaplah memiliki kekhususan yang perlu diperhatikan.
1. Pencegahan lewat keterampilan
Pencegahan lewat keterampilan mempunyai andil yang besar dalam pencegahan cedera itu telah terbukti, karena penyiapan atlit dan resikonya harus dipikirkan lebih awal. Untuk itu para atlit sangat perlu ditumbuhkan kemampuan untuk bersikap wjar atau relaks. Dalam meningkatkan atlit tidak cukup keterampilan tentang kemampuan fisik saja namun termasuk daya pikir, membaca situasi, mengetahui bahaya yang bisa terjadi dan mengurangi resiko. Pelatih juga harus mampu mengenali tanda-tanda kelelahan pada atlitnya, serta harus dapt mengurangi dosis latihan sebelum resiko cedar timbul.
a) Mengurangnya antusiasme atau kurang tanggap
b) Kulit dan otot terasa mengembang
c) Kehilangan selera makan
d) Gangguan tidur, sampai bangun masih terasa lelah
e) Meningkatnya frekuensi jantung saat istirahat
f) Penurunan berat badan
g) Melambatnya pemulihan
h) Cenderung menghindari latihan atau pertandingan

2. Pencegahan lewat Fitness
Fitness secara terus menerus mampu mencegah cedera pada atlit baik cedera otot, sendi dan tendo, serta mampu bertahan untuk pertandingan lebih lama tanpa kelelahan.
a. Strength
Otot lebih kuat jika dilatih, beban waktu latihan yang cukup sesuai nomor yang diinginkan untuk. Untuk latihan sifatnya individual, otot yang dilatih benar-benar tidak mudah cedera.

b. Daya tahan
Daya tahan meliputi endurance otot, paru dan jantung. Daya tahan yang baik berarti tidak cepat lelah, karena kelelahan mengundang cedera.

c. Pencegahan lewat makanan
Nutrisi yang baik akan mempunyai andil mencegah cedera karena memperbaiki proses pemulihan kesegaran diantara latihan-latihan.
Makan harus memenuhi tuntutan gizi yang dibutuhkan atlit sehubungan dengan latihannya.
Atlit harus makan-makanan yang mudah dicerna dan yang berenergi tinggi kira-kira 2,5 jam sebelum latihan atau pertandingan.
Pencegahan lewat Warming up ada 3 alasan kenapa warm up harus dilakukan :
• Untuk melenturkan (stretching) otot, tendon dan ligament utama yang akan dipakai.
• Untuk menaikkan suhu terutama bagian dalam seperti otot dan sendi.
• Untuk menyiapkan atlit secara fisik dan mental menghadapi tugasnya.

d. Pencegahan lewat lingkungan
Banyak terjadi bahwa cedera karena lingkungan. Seorang atlit jatuh karena tersandung sesuatu (tas, peralatan yang tidak ditaruh secara baik) dan cedera. Harusnya memperhatikan peralatan dan barang ditaruh secara benar agar tidak membahayakan.

e. Peralatan
Peralatan yang standar punya peranan penting dalam mencegah cedera. Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula, contoh yang sederhana adalah penggunaan pelindung tangan kaki yang tidak layak pakai dalam Taekwondo, berakibat tidak maksimalnya pelindung tersebut dalam meredamimpact akibat benturan.

f. Medan
Medan dalam menggunakan latihan atau pertandingan mungkin dari alam, buatan atau sintetik, keduanya menimbulkan masalah. Alam dapat selalu berubah-ubah karena iklim, sedang sintetik yang telah banyak dipakai juga dapat rusak. Yang terpenting atlit mampu menghalau dan mengantisipasi hal-hal penyebab cedera.

g. Pencegahan lewat pakaian
Pakaian sangat tergantung selera tetapi haruslah dipilih dengan benar, seperti kaos, celana, kaos kaki, perlu mendapat perhatian. Misalnya celana jika terlalu ketat dan tidak elastis maka dalam melakukan gerakan juga tidak bebas. Khususnya atletik, sehingga menyebabkan lecet-lecet pada daerah selakangan dan bahkan akan mempengaruhi penampilan atlit.

h. Pencegahan lewat pertolongan
Setiap cedera memberi tiap kemungkinan untuk cedera lagi yang sama atau yang lebih berat lagi. Masalahnya ada kelemahan otot yang berakibat kurang stabil atau kelainan anatomi, ketidakstabilan tersebut penyebab cedera berikutnya. Dengan demikian dalam menangani atau pemberian pertolongan harus kondisi benar dan rehabilitasi yang tepat pula.

i. Implikasi terhadap pelatih
Sikap tanggung jawab dan sportifitas dari pelatih, official, tenaga kesehatan dan atlitnya sendiri secara bersama-sama. Yakinkan bahwa atlitnya memang siap untuk tampil, bila tidak janganlah mencoba-coba untuk ditampilkan dari pada mengundang permasalahan. Sebagai pelatih juga perlu memikirkan masa depan atlit merupakan faktor yang lebih penting.

Perawatan dan Pengobatan cedera olahraga Dalam melakukan perawatan dan pengobatan cedera olahraga terlebih dahulu mengetahui dan apa yang harus dikerjakan. Terdapat pendarahan tidak, fruktur tulang (patah tulang) dan sebagainya, atau mungkin terjadi kerusakan pembuluh darah kecil atau besar (pendarahan dibawah kulit) di daerah itu. Bila ini terjadi akan ada warna ungu, nyeri dan bengkak.

Penanganan pendarahan
Penanganan cedera dinilai lewat tingkatan cedera berdasarkan adanya pendarahan lokal.
1. Akut (0-24 jam)
Terjadi cedera antara saat kejadian sampai proses pendarahan berhenti, biasanya samapai 24 jam. Dalam pertolongan yang benar dapat mempersingkat periode ini.

2. Sub-Akut (24-48 jam)
Pada saat masa akut telah berakhir, pendarahan telah berhenti, tetapi bisa berdarah kembali. Bila pertolongan tidak benar dapat kembali ke tingkat akut dan berdarah kembali.

3. Tingkat lanjut (48 jam sampai lebih)
Pendarahan telah berhenti, dan kecil kemungkinan kembali ke tingkat akut, pada saat ini penyembuhan telah mulai. Dengan pertolongan yang baikmasa ini dapat mempersingkat. Pelatih harus sangat mahir dalam hal ini agar tahu kapan harus meminta pertolongan dokter.

Penanganan pertama
Pulihnya atlit dan mampu aktif kembali sangat tergantung dari keputusan yang dibuat saat terjadi cedera, serta pertolongan yang diberikan. Bila dokter tidak ada, maka terpaksa pelatih harus memutuskan sendiri, keadaan ini paling banyak berlaku.

Pelatih harus mampu memutuskan apakah atlit terus atau berhenti, untuk cedera yang berat keputusannya sangat mudah diambil, tetapi untuk cedera yang ringan keputusannya menjadi sangat sulit. Bila ragu istirahatkan atlit anda, pelatih sebaiknya mampu melakukan pemeriksaan praktis fungsional dilapangan.

Penanganan rehabilitasi medik
Pada terjadinya cedera olahraga upaya rehabilitasi medik yang sering digunakan adalah :
1. Pelayanan spesialistik rehabilitasi medik
2. Pelayanan fisioterapi
3. Pelayanan alat bantu (ortesa)
4. Pelayananpengganti tubuh (protesa)

Penanganan rehabilitasi medik harus sesuai dengan kondisi cedera.
a. Penanganan rehabilitasi medik pada cedera olahraga akut.
Cedera akut ini terjadi dalam waktu 0-24 jam. Yang paling penting adalah penangananya. Pertama adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita, untuk menentukan apakah ada keadaan yang mengancam kelangsungan hidupnya. Bila ada tindakan pertama harus berupa penyelamatan jiwa. Setelah diketahui tidak ada hal yang membahayakan jiwa atau hal tersebut telah teratasi maka dilanjutkan upaya yang terkenal yaituRICE :
R – Rest : diistirahatkan adalah tindakan pertolongan pertama yang esensial penting untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.

I – Ice : terapi dingin, gunanya mengurangi pendarahan dan meredakan rasa nyeri.

C – Compression : penekanan atau balut tekan gunanya membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan pendarahan lebih lanjut.

E – Elevatin : peninggian daerah cedera gunanya mencegah statis, mengurangi edema (pembengkakan) dan rasa nyeri.

b. Penanganan rehabilitasi pada cedera olahraga lanjut
Pada masa ini rehabilitasi tergantung pada problem yang ada antara lain berupa :
• Pemberian modalitas terapi fisik
Terapi dingin :
Cara pemberian terapi dingin sebagai berikut :
1. Kompress dingin
Teknik : potongan es dimasukkan dalam kantong yang tidak tembus air lalu kompreskan pada bagian yang cedera.
Lamanya : 20-30 menit dengan interval kira-kira 10 menit.

2. Masase es
Tekniknya dengan menggosok-gosokkan es yang telah dibungkus dengan lama 5-7 menit, dapat diulang dengan tenggang waktu 10 menit.

3. Pencelupan atau peredaman
Tekniknya yaitu memasukkan tubuh atau bagian tubuh kedalam bak air dingin yang dicampur dengan es. Lamanya 10-20 menit.

4. Semprot dingin
Tekniknya dengan menyemprotkan kloretil atau fluorimethane kebagian tubuh yang cedera.

Terapi panas :
Pada umumnya toleransi yang baik pada terapi panas adalah bila diberikan pada fase sub akut dan kronis dari suatu cedera, tetapi panas juga dapat diberikan pada keadaan akut. Panas yang kita berikan ketubuh akan masuk atau berpenetrasi kedalamnya.

Terapi air (Hydroterapy)
Pada sebagian kasus pemberian terapi air akan banyak menolong. Terapi air dipilih karena adanya efek daya apung dan efek pembersihan. Jenis terapi ini dapat kita berikan dengan memakai bak atau kolam air. Teknik lain terapi air adalah “contrast bath” yaitu dengan menggunakan dua buah bejana. Satu buah diisi air hangat suhu 40,5-43,3 C dan satunya lagi diisi air dingin dengan suhu 10-15 C. anggota gerak yang cedera bergantian masuk ke bejana secara bergantian dengan jarak waktu.

Perangsangan listrik
Perangsangan listrik mempunyai efek pada otot yang normal maupun otot yang denervasi. Efek rangsangan listrik pada otot normal antara lain relaksasi otot spasme, re-edukasi otot, mengurangi spastisitas dan mencegah terjadinya trombloflebitis. Sedang pada otot denervasi efeknya meliputi menunda progrese atropi otot, memperbaiki sirkulasi darah dan nutrisi.

Masase
Dengan menggunakan masase yang lembut dan ringan, kurang lebih satu minggu setelah trauma mungkin akan dapat mengatasi rasa nyeri tersebut. Dengan syarat diberikan dengan betul dan dengan dasar ilmiah akan efektif untuk mengurangi bengkak dan kekakuan otot.

• Pemberian terapi latihan
Waktu untuk memulai terapi latihan tergantung pada macam dan derajat cederanya. Pada cedera otot misalnya terjadi kerusakan atau robekan serabut otot bagian central memerlukan waktu pemulihan 3 kali lebih lama dibandingkan dengan robeknya otot bagian perifer. Sedangkan cedera tulang, persendian (ligament) memerlukan waktu yang lebih lama.
Terapi latihan yang dapat diberikan, berupa :
1. Latihan luas gerak sendi
2. Latihan peregangan
3. Latihan daya tahan
4. Latihan yang spesifik (untuk masing-masing bagian tubuh)

• Pemberian ortesa (alat Bantu tubuh)
Pada terjadinya cedera olahraga yang akut ortesa terutama berfungsi untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan dan melindungi dari cedera ulangan. Pada fase berikutnya ortesa dapat berfungsi lebih banyak, antara lain : ortesa leher, dan support pada anggota gerak bawah. Mencegah terjadinya deformitas dan meningkatkan fungsi anggota gerak yang terganggu.

• Pemberian protesa (pengganti tubuh)
Protesa adalah suatu alat Bantu yang diberikan pada atlit yang mengalami cedera dan mengalami kehilangan sebagian anggota geraknya. Fungsi dari alat ini adalah untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang akibat dari cedera tersebut.




Dikutip dari:

Paul M. Taylor, dkk. (2002). Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga. Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.

Andun Sujidandoko. (2000). Perawatan dan Pencegahan Cedera. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional .
Baca selengkapnya